Al-Qur'an, Psikologi dan Stroke 10 Tips Menguatkan Hafalan (Hafalan Juz 30 atau 30 Juz) Profil Singkat Hafsh & ‘Ashim Pendaftaran Peserta Baru 3 Perbedaan Bacaan Al-Qura`n dengan Bahasa Arab Fushha (Fasih & Benar)

Akhir Kehidupan Yang Begitu Indah (Mengenang Ustadzah Juyina Anfusiah)

13 Maret 2017 Rumah

Almarhumah Ustadzah Juyina Anfusiah (Eji) rahimahaLlaah (Foto Devi Riyanti Umar)

Rumah Tajwid - Sejumlah guru dan murid Lembaga Tahsin dan Tahfidz Al Quran Rumah Tajwid seakan memang ditakdirkan menjadi saksi atas kematian yang indah yang dialami almarhumah Ustadzah Juyina Anfusiah (Eji) rahimahaLlaah. 

Ustadzah Eji syahidah saat sedang mengajar. Tetiba ia tertunduk sambil memeluk Al Quran di depan muridnya yang baru saja usai menyetor hafalannya. Kejadian itu terjadi sekitar pukul 9.45 WIB Sabtu 25 Februari 2017, di lokasi belajar Rumah Tajwid yang terletak di Jalan Dahlia 2 Perumnas Depok Jaya, Jawa Barat.

Jenazah Ustadzah Juyina Anfusiah (Eji) rahimahaLlaah saat berada di ruang UGD RS Bhakti Yudha Depok (Foto: Hamam Waluyo)

 

Salah seorang guru Rumah Tajwid, Ustadzah Eni menuliskan kesaksiannya di laman facebooknya. 

"Ustadzah JUYINA ANFUSIAH sahabat saya, adik saya sekaligus juga guru saya. Beliau meninggal di pangkuan saya yang sebelumnya usai menerima setoran hafalan dari pesertanya. Beliau bahkan sempat memuji pesertanya karena membaca Al Qurannya sudah cukup tartil. Beliau mengatakan pertahankan bacaan seperti itu." 

"Tetiba beliau menunduk sambil pegang Al Quran. Kemudian pesertanya memanggil saya yang ruangannya bersebelahan dengan beliau. Badan beliau saya rebahkan dan kepalanya berada di pangkuan saya."

Jenazah Ustadzah Juyina Anfusiah (Eji) rahimahaLlaah sesaat sebelum diangkut ke rumah duka menggunakan ambulan  (Foto: Hamam Waluyo)

 "Saya bisa merasakan tarikan suara nafas dua kali, pelan sekali. Kemudian dokter datang lalu mengatakan beliau sudah tiada."

Jenazah Ustadzah Juyina Anfusiah (Eji) rahimahaLlaah setibanya di rumah duka Komplek Maharaja Blok P4 No 9 Kota Depok (Foto: Hamam Waluyo)

"Akhir hayat yang begitu indah. Selamat jalan sahabatku, selamat jalan guruku, selamat jalan adikku. Mudah-mudahan ALlah kumpulkan kita kelak di Surga-Nya" 

Suasana shalat jenazah Ustadzah Juyina Anfusiah (Eji) rahimahaLlaah 

 

Keluarga yang ditinggalkan almarhumah Ustadzah Juyina Anfusiah (Eji) rahimahaLlaah (Foto: Hamam Waluyo)

 

Suasana shalat jenazah Ustadzah Juyina Anfusiah (Eji) rahimahaLlaah 

 

 

Jenazah Ustadzah Juyina Anfusiah (Eji) rahimahaLlaah saat menuju pemakaman yang letaknya tak jauh dari perumahan Maharaja Depok yang lokasinya berada di sebelah barat kira-kira 50 meter dari batas komplek perumahan (Foto: Hamam Waluyo)

 

Khidmah Yang Menggugah Jiwa

 Fakta ini dikisahkan oleh Ustadz Hamam Waluyo yang merangkumnya dalam sebuah tulisan dari sejumlah saksi mata menjelang kematian yang indah tersebut.

Jenazah Ustadzah Juyina Anfusiah (Eji) rahimahaLlaah  saat dikebumikan, tampak ananda Muhammad Khairurijal (sebelah kiri celana panjang hijau) yang juga sudah mulai menyetor hafalannya di Rumah Tajwid (Foto: Hamam Waluyo)

 "Ustadzah ngantuk?", demikian kira-kira pertanyaan Bu Chandra peserta Ustadzah Eji ketika sedang menyetorkan bacaan di surat Al-Baqarah di depan Bu Eji Rahimahallah.

Bu Ejipun menjawab kurang lebih: "Enggak, terus lanjutkan bacaannya, tadi huruf 'ain nya masih kurang tepat sedikit".

Suasana pemakaman almarhumah Ustadzah Juyina Anfusiah (Eji) rahimahaLlaah  (Foto: Firtra Ratory)

 Selang beberapa saat berikutnya. 

"Ustadzah capek?" "Ustadzah masih menyimak bacaan saya kan?" demikian kurang lebih pertanyaan bu Chandra. 

"Nggak..saya masih nyimak kok, terus lanjutkan bacaannya" demikian kira-kira jawaban ustadzah Eji. 

Suami almarhumah Ustadzah Juyina Anfusiah (Eji) rahimahaLlaah berdoa usai pemakaman (Foto: Hamam Waluyo)

 Beberapa saat berikutnya setelah bu Chandra menyelesaikan bacaannya. Ia menyetor hafalan surat Al Baqarah ayat 35-39. 

"Bacaannya sudah tartil, pertahankan terus kualitas bacaannya ya bu" demikian kira-kira amanah terakhir ustadzah Eji Rahimahallah. 

Batu nisan sementara sesaat usai almarhumah Ustadzah Juyina Anfusiah (Eji) rahimahaLlaah dimakamkan (Foto: Firtra Ratory)

 

Sejurus kemudian. 

"Ustadzah..ustadzah kenapa?", histeris bu Chandra berteriak ketika bu Eji Rahimahallah mendekap al-Qur'an yang ada di hadapannya sambil duduk tertunduk dan tak bergerak. 

Suami  Ustadzah Juyina Anfusiah (Eji) rahimahaLlaah, bapak Hari Limbarseno (paling kiri koko coklat muda) menceritakan kisahnya menjelang almarhumah berpulang  (Foto: Firtra Ratory)

 Beberapa saat kemudian ustadzah Eni datang dan merebahkan bu Eji Rahimahallah dipangkuan beliau. "Bu Eji bangun..bu Eji bangun.." demikian kurang lebih Ustadzah Eni berusaha menyadarkan ustadzah Eji yang sedang pingsan. 

Sebuah akhir kehidupan yang begitu indah.

 

 

Tausyiah Ustadz Muhsinin Fauzi di rumah almarhumah Ustadzah Juyina Anfusiah (Eji) rahimahaLlaah (Foto: Hamam Waluyo) 


Artikel terkait:

blog comments powered by Disqus

Temukan kami di sini: