Al-Qur'an, Psikologi dan Stroke 10 Tips Menguatkan Hafalan (Hafalan Juz 30 atau 30 Juz) Profil Singkat Hafsh & ‘Ashim Pendaftaran Peserta Baru 3 Perbedaan Bacaan Al-Qura`n dengan Bahasa Arab Fushha (Fasih & Benar)

Al-Qur'an, Psikologi dan Stroke

11 September 2017 Rumah

oleh: Zakwan Adri

 

Kali ini saya akan bercerita tentang tiga kata: Al Qur'an, Psikologi dan Stroke. Apa maksudnya? Dan apa hubungannya? Baiklah, saya akan memulainya dengan menerangkan bahwa ketiga kata tersebut terinspirasi dari penelitian tesis yang saya lakukan tahun 2013 silam. Tesis saya meneliti pengaruh perilaku menghafal Al Qur'an terhadap memori jangka pendek pada pasien pasca stroke iskemik.

Hasilnya menunjukkan bahwa ada peningkatan skor memori pada pasien yang melakukan perilaku menghafal Al Qur'an surat Ar Rahman 1-12. Namun, tulisan ini tidak hendak membahas tesis itu secara keseluruhan, tapi saya akan membahas sebuah peristiwa yang tidak saya sangka sama sekali. Salah satu responden penelitian ini mengalami stroke pada usia 24 tahun dan mengikuti penelitian ini pada usia 27 tahun. 3 tahun setelah serangan stroke beliau. Pada saat penelitian, beliau sudah bisa bergerak dengan baik bahkan sudah bisa mengendarai sepeda motor kemana pun. Tapi kendala yang masih terjadi adalah beliau masalah komunikasi (aphasia). Beliau memerlukan waktu sekitar 10-15 detik untuk dapat mengucapkan satu kata.untuk ukuran orang pada umumnya sangat lama dan beliau tampak lelah jika harus banyak berkata dua arah. Akhirnya kami berusaha memahami kondisi beliau dan mendengarkan setiap kata yang terucap dan memang butuh waktu agak panjang untuk dapat memahami maksud pembicaraan beliau. Tapi kami dapat juga memahaminya.kesulitan berbicara itu menjadi beban bagi beliau karena beliau berulang kali ditolak bekerja karena kemampuan berbicara itu dan akhirnya hanya membantu pekerjaan anggota keluarganya yang tidak memerlukan komunikasi dua arah.

Singkat cerita, beliau bersedia ikut penelitian tesis ini dan mengikuti semua sesi sampai selesai. Ada 10 sesi yang diikuti dan beliau berusaha keras untuk dapat menyelesaikannya dengan baik. Dalam pandangan penulis, banyak kesulitan yang besar terjadi saat menghafal tersebut. Di antaranya pada ayat kedua surat ar rahman علم القران ('allamal qur'aan). Beliau tidak dapat menyebutnya dengan benar sampai akhir penelitian ini. Beliau selalu mengucapkannya dengan bacaan (amalkan qur'an). Oya, semua partisipan penelitian tesis saya tidak ada yang hafal surat Ar-Rahman ini sebelum penelitian ini dilakukan. Urutan ayat pun sering terbalik dan sering pula fasilitator harua membantu menyebutkan awal ayat agar beliau ingat dan bisa melanjutkan bacaan ayat tersebut. Padahal satu sesi hanya menghafal 3 ayat saja, tapi dengan kondisi beliau itu terasa sangat sulit.

Pada sesi ke-9,  kejadian yang mengharukan bagi kami (saya sebagai peneliti dan teman-teman fasilitator penelitian ini). Kami bertemu dengan beliau. Tidak seperti biasanya, beliau yang biasanya ceria, di sesi ke -9 ini menangis.kami sempat kebingungan karena beliau menagis cukup lama. Kami terdiam.ada pikiran, kami ad yang salah ya? Atau tensinya naik lagi karena penelitian ini? Banyak pikiran negatif muncul saat itu. Saya bersama teman fasilitator saling bertatapan bingung. Setelah lebih dari 20 menit menangis, beliau sudah lega dan cukup bisa berkomunikasi dengan kami. Tiba-tiba beliau mengatakan,'terima kasi ya Mas , Mb?' kami jadi tambah bingung. Apa yang sebenarnya terjadi? Lalu saya bertanya,'boleh kah saya tau apa yang terjadi sampai Anda menangis? Apakah kami melakukan suatu kesalahan?. Beliau menjawab,'mas mas dan Mb ndak ada salah kok. Saya menangis karena bahagia sekali?' 'Bahagia kenapa?' Tanya saya lagi. Kemarin saya berniat menyuguhkan salak pondoh untuk Mas dan Mb untuk sesi ini (memang ada salak pondoh terhidang di atas meja di depan kami). Salak ini saya ambil d kebunnya Pak Lek (paman) saya. Terakhir saya ke sana sebulan yang lalu. Pas kemarin kesana, pak lek kaget sekali dan nanya,'ngomongmu we lancar sak iki, nduk..mbok apakke?'(bicaramu sudah lancar sekarang, Nak..kamu apakan?).saya kaget juga dengan pertanyaan itu. Lalu saya jawab,'aku melu terapi seko UGM Pak Lek.. (Aku ikut terapi dari UGM, Paman)' 'lha, aku mbok melu..(aku ikut dong)..lha ini kan untuk orang stroke..yo ndak bisa...setelah itu barulah saya menyadari bahwa saya sudah lancar berbicara. Saya sangat senang sekali Mas dan Mb..terima kasih ya Mas, Mb...

Allahu akbar, hasil yang di luar dugaan kami. Saya merinding mendengarnya.saya senang sekali saat itu.penelitian ini bermanfaat bagi orang lain. Air mata saya akhirnya meleh juga di tempat tersebut..alhamdulillah..

4 bulan setelah penelitian selesai, beliau mengirim pesan SMS ke nomer saya.isinya lebih kurang begini,'Mas alhamdulillah saya sekarang sudah bekerja di salah satu rumah makan.terima kasih kasih sudah mengajak saya ikut penelitian jenengan (Anda dalam bahasa sopan jawa) ya..'

Alhamdulillah ya Rabb...rasa syukur yang tak berhingga atas perjuangan tesis saya.. Terima  kasih banyak atas bimbingan dosen Pembimbing tesis dan teman teman fasilitator yang berjuang selama tesis saya. (timedia-Rumah Tajwid)


Artikel terkait:

blog comments powered by Disqus

Temukan kami di sini: