Al-Qur'an, Psikologi dan Stroke 10 Tips Menguatkan Hafalan (Hafalan Juz 30 atau 30 Juz) Profil Singkat Hafsh & ‘Ashim Pendaftaran Peserta Baru 3 Perbedaan Bacaan Al-Qura`n dengan Bahasa Arab Fushha (Fasih & Benar)

Titik I'rab

13 Maret 2017 Rumah

Seiring dengan tersebarnya Islam ke seluruh penjuru bumi dan masuk Islamnya orang-orang non-Arab ke dalam Islam serta berbaurnya mereka dengan orang-orang Arab, mulai tampaklah kesalahan dalam bahasa Arab. Hal ini mendorong para ulama untuk meletakkan tanda-tanda i’rab agar menjadi acuan khalayak ramai.

Adalah Abul Aswad Ad-Du`ali (W. 69 H) yang pertama-tama melakukan pemberian titik pada Mushaf Al-Qur`an yang disebut dengan titik i’rab (نَقطُ ٱلۡإعۡرَابِ).

Abul Aswad menjadikan tanda fat-hah berupa satu titik berwarna merah di atas huruf berharakat fat-hah.

Tanda kasrah berupa satu titik berwarna merah di bawah huruf berharakat kasrah.

Tanda dhammah berupa satu titik berwarna merah di hadapan huruf berharakat dhammah

Huruf bertanwin diberi tanda berupa dua titik berwarna merah.

Abul Aswad pun memilih seorang laki-laki dari Abdul Qais. Ia katakan kepadanya, "Ambillah mushaf dan cairan pewarna yang berbeda dengan warna tinta mushaf. Bila aku buka dua bibirku, berilah satu titik di atas huruf. Bila aku membulatkan kedua-duanya, jadikan satu titik itu ke sisi huruf. Bila aku menurunkannya, jadikanlah titik tersebut di bawah huruf.  Dan, jika aku ikutkan suatu ghunnah (baca: tanwin ) maka berilah dua titik. Ia pun memulai penandaan mushaf hingga akhirnya." (Abu ‘Amr Ad-Dani,  Al-Muhkam fi Naqth Al-Mashahif)

Selengkapnya bisa dibaca di buku Tajwid Al-Qur'an yang disusun oleh Ustadz Hartanto Saryono, Lc.

 


Artikel terkait:

blog comments powered by Disqus

Temukan kami di sini: